Dua Kelompok Mahasiswa di Malang Terlibat Bentrokan Lagi

Lowokwaru – Lagi, Dua kelompok mahasiswa dari Indonesia timur terlibat bentrokan dan saling serang di Jalan Batu Permata, Tlogomas, Kota Malang.
Aksi tawuran diantara dua kubu ini terjadi sejak Senin (26/5/2014) pukul 23.00 hingga Selasa (27/5/2014) pagi.

Tawuran yang terjadi sepanjang malam ini menyebabkan warga merasa cemas dan merasa tidak aman.

“Mereka tawurannya sampai bawa senjata tajam. Sepanjang malam mereka saling kejar di kampung kami,” ucap Imam, salah satu warga setempat.

Menurut Imam, awalnya dua kelompok mahasiswa asal Sumba dan Ambon sama-sama nongkrong di Taman Terapi Tlogomas. Di antara mereka ada yang mabuk-mabukan.

Entah bagaimana mulanya, kedua kelompok ini saling tersinggung, Setelah itu sudah saling serang,” tambah Imam.

Awalnya kedua kelompok ini tidak hanya sekitar 20 orang.
Namun setelah bentrok, masing-masing kelompok memanggil teman-teman mereka.

Bentrok kecil itu berubah menjadi bentrok yang lebih besar. Mereka saling kejar dan menswiping lawan.

Puncaknya serbuan di sebuah rumah kost di Gang VII, Jalan Tlogomas yang disinyalir tempat persembunyian komunitas Ambon. Sehingga, Kapolresta Malang AKBP Totok Suhariyanto datang ke lokasi mengajak perwakilan dari Sumba untuk mengecek ke dalam rumah kost dan ternyata tidak ada komunitas Sumba. Dua truk Brimob Ampeldento didatangkan untuk mengamankan lokasi.
Akibat serangan ini kaca rumah tersebut pecah. Sedangkan satu mahasiswa asal Sumba mengalami luka bacok.

Polisi telah menangkap sekitar 20 mahasiswa untuk dimintai keterangan. Hingga pagi ini polisi masih berjaga-jaga di lokasi dengan peralatan lengkap.

 

About bakesbangpol

Check Also

Kepala Bakesbangpol Kota Malang Menghadiri Acara “Dialog Kapolresta Malang Kota Bersama Mahasiswa Tahun 2022”

Rabu (16/2/2022) , Bertempat di Ruang Eksekutif Polresta Malang Kota, Kepala Bakesbangpol Kota Malang menghadiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

LAYANAN ADMINISTRASI ORMAS

PENGADUAN ONLINE

PENGADUAN ONLINE