Wartawan Demo Kecam Kekerasan terhadap Wartawan

20161003212330WartawanMalangRayasaatproteskekerasanterhadapjurnalisolehoknumTNI

Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar aksi solidaritas dengan turun kejalan, Senin (3/10) di depan Balaikota Malang.

Mereka mengecam terkait kasus kekerasan oleh sejumlah anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Infanteri 501 Rider Madiun terhadap salah satu wartawan, yakni kontributor Net TV, Soni Misdananto saat melakukan peliputan, Minggu, 2 Oktober 2016 di Madiun.

Sementara dalam aksinya, para jurnalis mengumpulkan ID card dan kamera. Selain itu, dua pasang sepatu both tentara melambangkan arogansi TNI. Secara bergiliran, para jurnalis menyampaikan orasinya.

Dalam orasinya, Deni Irwansyah Koordinator aksi mengatakan, bahwa rentetan kekerasan yang terjadi terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI, sampai saat ini belum ada yang dituntaskan dan sangat menyayat hati wartawan.

Demo-Jurnalis-Malang-raya-terkait-kekerasan-TNI-terhadap-wartawan_zpsjbam0dg7

”Masih belum sembuh luka ingatan kami, tentang kasus kekerasan yang dialami wartawan di Medan oleh oknum TNI, namun saat ini terulang kembali, sampai hari ini semua kasus yang dilakukan oleh oknum anggota TNI hanya berupa penyelidikan, tetapi tidak ada yang dihukum, maka dari itu, saat ini kami mendesak petinggi TNI agar menuntaskan semua kasus kekerasan terhadap wartawan jika tidak, kami akan boikot seluruh pemberitaan di TNI, ” teriaknya.

Beberapa kekerasan kerap terjadi, hal ini sangat menciderai kebebasan pers, dan itu menunjukkan bahwa layanan publik yang dilakukan oleh TNI belum dilakukan dengan baik. Hal ini tidak bisa ditoleransi, dan tidak ada alasan lagi untuk menuntaskan semua kasus kekerasan yang terjadi, karena wartawan juga dilindungi Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Selain itu, Ketua AJI Malang, Hari Istiawan juga mendesak bahwa TNI harus segera menuntaskan kasus-kasus kekerasan yang terjadi terhadap wartawan,” beberapa kekerasan tersebut sangat menciderai kebebasan pers. Sehingga hal itu menunjukkan bahwa layanan publik yang dilakukan oleh TNI belum dilakukan dengan baik. Hal ini tidak bisa ditoleransi, karena wartawan juga dilindungi Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Atas kejadian itu, puluhan wartawan mengambil sikap, mengutuk tindakan kekerasan aparat TNI terhadap wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik. Meminta pengusutan mendalam insiden penganiayaan ini, serta Panglima TNI harus melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahannya tentang tugas pokok prajurit dalam melindungi dan mengalami masyarakat, mengingat kasus pemukulan terhadap wartawan makin kerap terjadi.

About bakesbangpol

Check Also

Kepala Bakesbangpol Kota Malang Menghadiri Acara “Dialog Kapolresta Malang Kota Bersama Mahasiswa Tahun 2022”

Rabu (16/2/2022) , Bertempat di Ruang Eksekutif Polresta Malang Kota, Kepala Bakesbangpol Kota Malang menghadiri …

2 comments

  1. Jika kepada wartawan ada aksi tolak kekerasan
    Apakah untuk blogger juga mendapatkan perlindungan seperti wartawan?

    • setahu saya tdk ada krn kegiatan blogger blm ada naungan resmi dari pemerintah,
      yg ada saat ini baru perkumpulan atau kominitas, shg tidak mempuyai kekebalan hukum seperti wartawan
      dan saya pernah mendengar omongan para wartawan sendiri pun menganggap blogger admin web atau blogger
      demikian ada yg kurang berkenan atas jawaban kami mhn maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAYANAN ADMINISTRASI ORMAS

PENGADUAN ONLINE

PENGADUAN ONLINE